Kenangan Bulan Rajab
Oleh : Isnaini Didalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 36, Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta’ala menerangkan tentang pembagian bulan didalam setahun. Didalam setahun oleh Allah Azza Wa di bagi menjadi 12 bulan, pembagian ini sudah ada sebelum Allah Azza Wa Jalla menciptakan langit dan bumi. Kemudian dalam peerkembangannya manusia juga menemukan 12 bulan juga, jadi salah anggapan orang jika Agama Islam dalam membuat penanggalan dikatakan meniru/mencontek penanggalan masehi.
Mengapa Allah Subhanahu Tabaroka Wa Ta’ala membagi waktu. Waktu pada dasarnya meliputi pagi, siang dan malam, tapi perlu diingat bahwa pagi yang sekarang dengan besuk atau lusa tentu berbeda, oleh adanya perbedaan itu manusia yang oleh Allah Azza Wa Jalla diberi akal fikiran dituntut untuk mencari apa sebenarnya maksud Allah Azza Wa Jalla membagi waktu tersebut. Didalam pembagian waktu tersebut salah satu maksudnya adalah manusia dituntut untuk dapat menghitung itulah sebabnya mengapa di madrasah-madrasah, dipondok-pondok pesantren di ajarkan ilmu hisab (ilmu hitung).Ilmu hisab mengajarkan para murid untuk bisa melakukan hal-hal yang berhubungan dengan masalah hitung-menghitung. Disamping manusia dituntut untuk dapat menghitung salah satu hal yang menjadi alasan mengapa Allah Azza Wa Jalla membagi waktu adalah supaya manusia dapat melakukan ihtisab dosa-dosa yang telah dilakukan pada waktu kemarin karena dengan kita banyak melakukan ihtisab terhadap dosa-dosa kita maka akan dapat memperdekat hubungan kita dengan Allah Azza Wa Jalla dengan cara taubat dengan sesungguh-sungguhnya. Keistimewaan Bulan Rajab Kita telah memasuki bulan Rajab, salah satu bulan dari 12 bulan yang termasuk dimuliakan oleh Allah Azza Wa Jalla.Bulan yang dimuliakan oleh Allah Azza Wa Jalla ada 4 bulan yang tiga diantaranya adalah berurutan yaitu: Bulan Dzul Qo’idah, Dzul Hijjah, Muharom dan bulan yang satu adalah bulan Rajab.Sekarang kita telah memasuki bulan rojab yang akhir. Ada banyak hadits yang menyebutkan tentang keistimewaan bulan Rajab diantaranya adalah: “Barang siapa yang menghidupkan satu malam pada bulan rajab maka hatinya tidak akan mati tatkala matinya hati-hati para manusia dan Allah Azza Wa Jalla menganugerahkan kepadanya kebagusan dari arah atas kepala dan mengeluarkan dosa-dosa didalam dirinya seperti tatkala ia dilahirkan dari rahim ibunya dan ia bisa memberi syafaat terhadap 70.000 orang yang ahli berbuat kesalahan yang menjadi ahli neraka” Ada hadits lain yang menyebutkan : “Dari sahabat Annas bin Malik yang menyebutkan bahwa barang siapa yang melakukan shalat sunnah sebanyak 20 rakaat dengan 10 salam dan setiap rakaat membaca Al Fatihah dan surat Al-Ikhlas yang dilakukan sesudah shalat maghrib didalam bulan Rajab maka Allah Azza Wa Jalla akan menjaga dirinya dan juga keluarganya dari malapetaka dunia dan siksa di akherat.” Ada juga amalan puasa yang pahalanya jika dilakukan sangat besar sekali yaitu: Orang yang berpuasa satu hari saja ia akan mendapatkan keridhoan Allah Azza Wa Jalla yang sangat besar. Orang yang berpuasa dua hari ia akan mendapatkan kemulyaan yang besar disisi Allah Azza Wa Jalla dibandingkan dengan ahli langit dan bumi yang lain Orang yang puasa tiga hari ia akan terhindar dari bencana dunia dan siksa akherat seperti penyakit gila, jundam, baros dan dari fitnah Dajjal La’natullah. Orang yang puasa tujuh hari dia akan terhindar dari tujuh buah pintu neraka artinya dia akan selamat dari neraka Sedangkan orang yang berpuasa 15 hari maka Allah Azza Wa Jalla akan memberi ampunan dosa yang ia lakukan sebelum dan sesudahnya dan Allah Azza Wa Jalla melipat gandakan pahalanya. Perlu juga diketahui bahwa pada bulan Rajab Allah Azza Wa Jalla memperjalankan Nabi Muhammad SAW yang kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj yang membawa tugas perintah sholat lima waktu dalam sehari semalam. Peristiwa isro’mi’roj terjadi ketika Nabi sedang memikirkan kekejaman kaumnya beban berat yang di pikulnya.setiap saat Nabi berjuang menghadapi tantangan dari kaumnya,untuk menghibur Nabi malaikat jibril diutus oleh Allah Azza Wa Jalla untuk dijemput dimasjidil haram dan dibawa kemasjidil aqso di palestina.kemudian beliau di naikkan kelangit sampai sidrotul muntaha. Perjalanan Nabi dimalam hari ini tak lain adalah untuk menunjukkan kekuasaan Allah Azza Wa Jalla kepada beliau disamping untuk menghibur hati beliau yang sedang di rundung malang.
2 Comments so far
Leave a reply
Assalamu’allaikum Wr.Wb.
walaupun saya belum pernah bertemu dengan abah….tetapi saya banyak tau tentang abah dari orang tua saya…saya sangat berterimakasih kepada abah yang bisa menjadikan orang tua saya mendapatkan pegangan untuk hidup…dengan ajaran abah, orang tua saya bisa dekat dan cinta kepada Allah SWT…ini benar benar kharomah & Hidayah yang luar biasa bagi Keluaraga saya…
Salam saya untuk Abah dan para Santri Az-Zuhri…
Andy - Samarinda
(Putra Pertama Bapak Herry Wibowo)
Hidayah tidak datang dengan tiba-tiba, butuh pencarian dan perjuangan. Tapi apapun Allah-lah yang maha kuasa, yang maha menentukan.